Tampilkan postingan dengan label video. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label video. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 November 2014

http://gobrandgo.com/wp-content/uploads/2013/09/what-type-of-video-do-i-need.png
Di posting kali ini Multimedia Tuned akan membahas seputar video, kita pasti tidak asing lagi dengan hal ini. Kita pasti sering melihat vide , dimana saja dan kapan saja misalnya menonton televisi, menonton bioskop, melihat flipagram di instagram dan sebagainya. Scroll ke bawah terus yaaa, jangan sampai ketinggalan!

HDMI
High-Definition Multimedia Interface (HDMI) adalah salahsatu antarmuka (interface) peralatan audio/video digital tanpa kompresi yang didukung oleh industri. HDMI menyediakan antarmuka antara beberapa sumber audio/video digital yang cocok, saperti set-top box, pemutar DVD atau penerima AV serta audio digital dan/atau monitor video yang cocok, seperti televisi digital (DTV).
Format Berkas Video / CODEC
  • AVI ( Audio Video Interleaved ) : diperkenalkan oleh Microsoft pada tahun 1992 sebagai bagian dari teknologi Video for Windows miliknya. File AVI menyimpan data audio dan video pada str.
  • 3GP (3GPP format file) adalah sebuah multimedia container format yang ditetapkan oleh Third Generation Partnership Project (3GPP) untuk 3G UMTS jasa multimedia. Yang digunakan di 3G ponsel, tetapi juga dapat dimainkan pada beberapa 2G dan 4G telepon.
  • ASF ( Advanced Streaming Format / Advanced System Format ) :merupakan format yang dikembangkan oleh Microsoft yang digunakan untuk audio video digital. Didesain untuk streaming dan membentuk bagian framework Windows Media. 
  • MPEG : adalah format kompresi yang distandarisasi oleh Moving Picture Experts Group (MPEG), yang terbentuk oleh 350 perusahaan dan organisasi, MPEG terdiri dari MPEG 1, MPEG 2, MPEG 3, MPEG 4, MPEG 7,MPEG 21,
  • MJPEG ( Motion JPEG) : adalah codec video yang mengompres masing-masing frame sebagai JPEG image yang terpisah. Kualitasnya tergantung pada pergerakan di footage. Sebaliknya pada video MPEG, kualitas menurun apabila ada banyak gerakan di footage. 
BLU-RAY DISC VS HD DVD
http://www.blogcdn.com/www.switched.com/media/2010/09/hddvdbluray.jpg
Blu-ray
  • Blu-ray juga menawarkan bit rate video maksimal sebesar 40 megabyte per detik – sekitar empat kali lebih cepat dari laju bit maksimum DVD.
  • Blu-ray mampu menyimpan data lebih banyak dari HD-DVD.
  • Blu-ray single layer bisa menyimpan 25 gigabyte data, sedangkan yang double layer bisa menyimpan hingga 50GB.
  • Merekam pada cakram Blu-ray membutuhkan daya sekaligus kecepatan rotasi lebih rendah dibanding merekam pada cakram DVD.
  • Kecepatan rekam cakram Blu-ray berkisar antara 72 hingga 288 megabyte per detik.

HD DVD
  • HD DVD hanya mampu memberikan sebesar 10 megabyte per detik untuk video maksimal
  • HD DVD menyimpan data lebih sedikit
  • D-DVD single layer yang hanya mampu menyimpan 15 GB (single layer) dan 30 GB (double layer).
  • Merekam pada Caktra HD DVD memerlukan daya sekaligus kecepatan rotasi lebih tinggi.

Kenapa beralih Ke Blu-Ray?
Sebenanrnya ukuran video yang dihasilkan oleh keduanya sama saja, yaitu  1920x180 piksel.  Posisi HD DVD tersisihkan karena Blu Ray mampu memberikan kelebihan daripada HD DVD. Misalnya, Blu ray  dapat menyimpan sigle layer yang lebih besar daripada HD DVD, selain itu blu ray mendukung media yang dikodeckan menggunakan format audio umum serta beberapa codec video. Walaupun harga yang ditawarkan lebih mahal, tapi kualitas yang ditawarkan oke punya!

PENERAPAN DIGITAL TV INDONESIA
Televisi digital di Indonesia Semakin berkembang. Hampir semua stasiun TV penyiaran , baik tv nasioanal maupun swasta telah memanfaatkan sistem teknologi penyiaran dengan teknologi digital khususnya pada sistem perangkat studio untuk memproduksi program, melakukan penyuntingan, perekaman dan penyimpanan data. Pengiriman sinyal gambar, suara dan data telah menggunakan sistem transmisi digital dengan menggunakan pemancar. Sistem transmisi digital melalui pemancar ini menggunakan standar yang disebut DVB-T (Digital Video Broadcasting Terestrial).



What type of Video

Read More

http://halfelf.org/wp-content/uploads/sites/2/2013/11/video-reel.jpg
Hai, minggu lalu kita sudah membahas apa itu audio, sekarang kita akan membahas secara singkat apa itu namanya video. Di dalam Multimedia, video itu adalah bagian yang cukup penting selain dari audio karena video itu adalah sebuah alat yang baik sehingga dapat menyampaikan informasi-informasi kepada orang yang sedang melihatnya.
Lalu apakah video itu? Video adalah gabungan antara suara dan gambar/animasi. Video juga bisa digunakan sebagai alat untuk merepresentasikan multimedia, namun video harus membutuhkan memory dan hardisk yang cukup besar. 
Lalu mengapa digital video populer? Hmm, jawabannya itu karena hasilnya yag cukup bagus sehingga disukai para pengguna,digital video ini mengalami pengurangan hasil karena hasil tersebut di kompress ke format lainnya.
Lalu bagaimanakah video itu bekerja? Kerja video itu hampir sama dengan cara kita melihat dengan mata, yaitu dengan cara benda tersebut memantulkan sebuah cahay lalu ditangkap dan di terimah oleh lensa dari video tersebut,dan diubah menjadi sinyal elektronik yang memiliki 3 saluran warna informasi dan sinkronisasi pulse(sync) oleh charge couple device (CCD). 

Lalu didalam dunia Broadcast ada standart video pada tiap-tiap negara yaitu:
  • NTSC(National Television Standart Comittee): memiliki resolusi layar 525 scan lines, dan juga scan rates 30 frames/second
  • PAL(Phase alternative Line): PAL ini memiliki resolusi layar 625 scan lines dan juga scan rates 25 frames/second, TV di Indonesia Menggunakan standart broadcasting PAL ini.
  • SECAM( Sequential Color and Memory): SECAM ini memiliki kesamaan dengan PAL yaitu resolusi layar 625 scan lines namun memiliki perbedaan pada sistemnya yaitu 50Hz pada garis resolusinya
  • ATSC(Advanced Television Systems Committee) mengatur bahwa DTV(Digital Television) dapat memiliki kapasitas untuk 4/5  STV(Standar Televison) atau 1 HDTV.
http://hilightmedia.com/imaginelife/wp-content/uploads/2014/09/video-marketing.jpg

Analog Video

Analog Video ini adalah jenis yang paling lama digunakan dalam tv lama, dalam analog video ini ada dua kasus scan yang terjadi yaitu overscan dan juga underscan. Overscan ini terjadi karena ketika sebuah gambar tersebut lebih besar dari standart tv screen, sehingga gambar seakan-akan terlihat terpotong. Underscan ini terjadi karena monitor ini lebih kecil daripada alat yang menampilkan sehingga gambar terlihat lebih kecil. Untuk mengatasi overscan tersebut ada 2 cara yang digunakan, yaitu dengan Safe Title Area & Safe Action Area.

Digital video
Yaitu video yang berasal dari proses pendigitalan/perubahan dari sinyal video analog menjadi format angka. Dalam digital video ini terdapat encoding dan playback yang digunakan untuk mengenali berkas video tersebut. Lalu digital video juga memiliki apa yang namanya CODEC. CODEC ini digunakan untuk mengompress video.

Composite Video
Memiliki 3 kabel yang digunakan untuk 1 untuk video dan 2 kabel yang lain untuk Audio
Penggabungan Luma (kecerahan) dan Chroma (warna)
Kalau digunakan pada TV sekarang gambar terlihat pecah.

Component Video
Memiliki 5 kabel yang digunakan untuk 2 audio(R&L)dan 3 video(Y,Pb/Cb,Pr/Cr)
Pemisahan Luma (kecerahan) dan Chroma (warna)
Tidak semua tv mendukung perangkat ini terutama pada tv tua, namun pada hasil gambar terlihat tajam.

HDMI
Hanya mempunyai 1 kabel
Dapat memisahkan warna dan meneruskannya sinyal yang lebih jernih kepada televisi
Sekian dulu penjelasan dari kami! Semoga bermanfaat ya sobat.

Sumber: PTT-Video.PDF

MAKING IT WORK : VIDEO

Read More